Ada sedikit cerita beberapa minggu lalu, saya mampir ke Little Melaka, tanpa memperhatikan keadaan sekitar, saya menerobos masuk saja, saya pun disambut oleh pelayannya, tanpa ba-bi-bu saya jawab, “2 orang”, kemudian sedikit mau berjalan masuk lagi, dan saya merasa kok tatapan disekitar terasa aneh, baru saya tersadar dan memperhatikan ucapan pelayan tadi, dengan nada sopan, “Maaf mas, kami belum buka, bla bla bla..”.

Saya pun hanya menahan malu, saya malu, pelayan malu, sama-sama malu. Saya melangkah keluar, menatap tajam mata pelayan tersebut, “I’ll be back!”.

Lokasi Little Melaka kurang terlihat membuat pelayannya harus prospek calon customer sampai dekat eskalator. Kalau dari studio XXI, jalan ke sebelah kiri, masuk ke dalam dan Little Melaka sedikit ‘bersembunyi’ dibagian kanan.

Little Melaka Center Point MedanIndoor Little Melaka Center Point Medan

Okay, as I promised last time, I’m back now.

Interior Little Melaka. Sangat kental terasa suasana orientalnya. Sebenarnya saya belum pernah ke Melaka, pernah ke Penang doank, tapi harusnya nggak berbeda yah citarasa diantara kedua kota tersebut?

Ice Kachang  Little Melaka Center Point Medan

Ice Kachangggggg

Walaupun kacang merahnya nggak se-jumbo seperti yang pernah saya cicipi, tapi es kacang yang ini boleh dicoba, rasanya nikmat.

Pesona Kayangan Little Melaka Center Point Medan

Pesona Kayangan – Saya sudah lupa nih minuman campuran apa saja, kalau nggak salah ada 4 jenis buah dicampur, saya order pun karena keunikan namanya, yahhh harap-harap sih kalau setelah minum, bisa jatuh beberapa malaikat dari surga, kayak iklan parfum “Axe” di tipi-tipi itu..

Tapi apa boleh buat, sampai makanan saya habis pun gak terlihat tanda-tanda akan turun malaikat. Haishh…

Curry Duck  Little Melaka Center Point Medan

Untuk makanan, saya pesan yang ada tanda topi chef sama tanda bintang, yang berarti rekomen dari koki serta best seller katanya.

Curry Duck Laksa pun siap dihidangkan. Kesan pertama, begitu menggoda. Aromanya, uhhh mantap. Perlahan saya nikmati, sampai suapan ketiga, saya mulai merasa eneg, rasa kuahnya lama-lama terasa berat. Jadi saya akhiri hanya dengan memakan lauk didalamnya tanpa kuahnya.

Daging bebek didalam sih saya habisin semua, selain dagingnya lumayan nikmat, saya kan ga mau rugi juga. 😀

Hainam Chicken  Little Melaka Center Point Medan

Last but not least, Nasi Ayam Hainam. Rasanya boleh lah, tapi nggak terlalu spesial.

Share your thought: