Tiba di Jakarta, tempat pertama yang ingin saya tuju untuk mengisi perut adalah Common Grounds, bisa nggak bisa, mau nggak mau, minat nggak minat, jauh-jauh hari saya sudah ‘memaksa’ teman saya untuk membawa saya mengunjungi tempat ini.

Kebetulan saya tiba di Jakarta pada waktu itu sekitar pukul 11-an, pas deh langsung meluncur ke Common Grounds untuk mengisi perut.

source: jktgo.com

Kenapa Common Grounds? Karena saya diracuni oleh postingan makanan mereka di Instagram, baik oleh mereka sendiri maupun dari postingan pengunjung.

Disamping itu, membaca artikel dari berita dan blogger lain, saya mendapat informasi bahwa disini terdapat Indonesia Barista Champion 2014, Yoshi Tanu & Indonesia Latte Art Champion 2014, Iwan Setiawan. Last but not least, mereka bilang Eggs Benedict disini merupakan yang terbaik di Jakarta!

Beberapa kali pula dilangsungkan menu Pop-up Kitchen dari Stephani Gondo, yang tentu saja sangat membuat air liur saya menetes-netes, namun amat disayangkan jadwal kedatangan saya ke Jakarta tidak bertepatan dengan event tersebut.

Hiperbola? Let’s check it out…

Cafe Latte Common Ground Jakarta

Macchiato Common Ground Jakarta

Untuk kopi, biji kopi yang tersedia disini cukup bervariasi dari lokal sampai biji kopi impor. Cara penyajian juga beraneka ragam dari mesin espresso sampai manual brew, filter v60 dan aeropress.

Pada kesempatan ini kami memesan Cafe Latte dan Macchiatto. Ummm, aroma kopinya juara, perpaduan latte dan kopinya juga seimbang, keduanya nikmat rasanya.

Naked Chicken Buritto Common Ground Jakarta

Naked Buritto Bowl – Dari presentasi terlihat seperti salad, namun ini adalah buritto yang ditelanjangi, disajikan tanpa wrap.  Saya menikmati menu ini dengan cara mencampurkan semuanya jadi merata, seperti layaknya nasi campur. Selain telur dan salad, didalamnya terdapat potongan beef sausage dan nasi yang agak kering rasanya sedikit asem-asem ntah memang rasa khasnya atau dikarenakan dressing dari salad.

Buat yang ‘alergi’ dengan sayuran, mungkin ini adalah pilihan yang kurang tepat, bagi ‘pemakan segalanya’ saya tidak bilang wajib, namun jika anda memang suka mexican food, mungkin anda boleh mencobanya. Namun bagi saya, hanya telornya yang terasa double kill!

Grilled Chicken Common Ground Jakarta

Grilled Chicken – Terkesan sederhana, namun rasanya sangat nikmat, bumbunya terasa sampai kedalam dan tekstur dagingnya empuk. Untuk menambah variasi rasa, anda boleh coba cocol dengan mashed potato yang tersedia pada plating atau dicocol dengan sambal cabe, namun pilihan terakhir tidak saya rekomendasikan, karena dapat ‘menyakiti’ hati chef. 😀

Disamping itu, yang tidak kalah penting adalah godaan aromanya sejak detik pertama disajikan.

Eggs Benedict Common Ground Jakarta

Eggs Benedict – Ini adalah target operasi saya disini, tanpa melihat menu lagi, saat ditanyakan pesanan saya oleh waiter, saya langsung mengajukan nama ini.

Dan tanpa perlu dijelaskan lebih detil lagi, menu yang satu ini saya rekomendasikan, nikmat terutama telurnya yang terasa meleleh dimulut, walaupun saya prefer yang bacon, namun penggunaan beef ham juga tidak mengurangi kenikmatannya.

Pemisahan area merokok (belakang resto) dan tidak merokok mungkin terkesan sudah umum diberbagai restoran. Namun area merokok dijadikan area tidak merokok atas inisitasif salah satu waiter karena melihat banyaknya pengunjung tidak merokok yang duduk di area merokok membuat poin plus tersendiri. Begitu pula bagi kami, karena kami adalah salah satu ‘korban’ yang ‘diasingkan’ ke area merokok karena bagian depan sudah penuh.

========================================

Citywalk Sudirman, Lantai Ground

Jl. KH Mas Mansyur, Sudirman, Jakarta

========================================

Share your thought: