Sudah lama saya ingin melihat bagaimana bentuk KLIA (Kuala Lumpur International Airport), namun setiap jalan-jalan, baik ke Malaysia maupun transit lewat Malaysia selalu naik AirAsia, jadi jatah bandara saya cuman LCCT (Low-Cost Carrier Terminal) doank.

Kebetulan beberapa waktu lalu saat saya menuju Shanghai, waktu transitnya lumayan lama, sekitar 5-6 jam, maka saya sempatkan diri untuk mampir ke KLIA.

Setibanya di KLIA, lihat-lihat ternyata nggak begitu banyak tempat makan maupun toko-toko, mungkin mau melewati bagian imigrasi dulu baru ada yah?

Cafe Barbera 3

Untuk menghabiskan waktu, saya memilih Cafe Barbera, aslinya dari Messina Italia sejak 1870. Pemiliknya, Domenico Barbera, dijuluki ‘The Magician” karena talenta hebatnya dalam meracik kopi dengan rasa dan aroma yang spesial.

cafe barberacafe barbera 2

Menu yang ditawarkan disini seperti sandwich, croissant, cookies, muffin, pizza serta berbagai jenis kopi.

meals at cafe barbera

Inilah pesanan saya.. Anyway, I lost the bill.

Jadi saya sudah agak lupa nama menu dan harganya.

IMG_2074IMG_2082

Secangkir Latte untuk menemani waktu luang saya, kalau nggak salah sih Hazelnut Latte. Sengaja memesan kopi biar nggak ngantuk di pesawat, pesawat jam 7.30 malam tiba di Shanghai jam 1.30 dini hari, kalau ketiduran di pesawat bisa-bisa sepanjang malam di Shanghai malah nggak ngantuk.

Aroma kopi yang terasa, dengan tekstur yang ringan. Saya nikmati rasa original tanpa diberi gula, perpaduan rasa manis dan pahitnya sangat sesuai.

IMG_2076

Kalau ini saya lupa namanya, sejenis blended coffee dengan chocolate.

Chocolate Muffin

Chocolate Muffin.

Dengan tekstur yang lumayan lembut, didalamnya terdapat lelehan coklat yang lumayan banyak, awalnya nikmat namun terasa eneg pada ending-nya. Tapi kalau sharing makan berdua, mungkin nggak begitu eneg.

Chicken and Cheese Foccacio

Selain Latte tadi, ini adalah favorit saya pada saat itu, Chicken and Cheese Foccacio.

Saya memilih yang roti gandum, terlihat sederhana dan sejujurnya saya sih nggak begitu tertarik pada awalnya, namun ternyata rasanya nikmat. Kurangnya sih selada-nya agak kelihatan kurang fresh, mungkin udah kelamaan.

Untuk harga total diatas sekitar RM 50, sebenarnya saya lumayan tertarik dengan Pizza yang mereka tawarkan, lumayan tergoda oleh orderan meja sebelah. Jika ada kesempatan, saya masih pengen mampir di Cafe Barbera. Saya cari informasi di Google, ternyata di Indonesia sudah ada di Lippo Mall Kemang.

Share your thought: