Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Informasi diatas sumber wikipedia.

Gambar Gunung Bromo dari NASA – wikipedia

Bromo Trip.

Jika berencana untuk ke Gunung Bromo, disarankan dalam kondisi fisik yang prima karena cukup memakan tenaga. Rombongan harus berangkat jam 12 tengah malam dan apabila mengambil trip saya sebagai acuan, dari sunrise, padang pasir, savanah, sampai kawah bromo, sudah menjelang siang hari tuh selesainya.

Saya sendiri cukup kelelahan karena menjelajah dengan kondisi fisik yang sedikit terkuras, 2 hari sebelumnya saya harus mengejar pesawat jam 6 pagi dari Medan ke Surabaya, sampai di Surabaya nggak istirahat lagi karena langsung explore Surabaya, maklum pertama kali saya ke Surabaya, jadi saya maksimalkan deh.

Kemudian, saya (lagi-lagi) harus bangun pagi-pagi karena dijemput jam 6 pagi untuk berangkat menuju Malang, sekedar tambahan informasi saya mewakili PrimeGad.com untuk menghadiri acara gathering iKaskus Community yang diselenggarakan di Malang dengan aktifitas outdoor ke Gunung Bromo. Seharian penuh mengikuti acara membuat saya tidak dapat mencari celah untuk beristirahat.

Goes to Bromo.

Menjelang jam 1 malam, rombongan mulai mempersiapkan diri untuk berangkat, namun dikarenakan terjadi hal yang tidak terduga -salah satu mobil rombongan mogok- menyebabkan proses keberangkatan tertunda sampai sekitar pukul 2 malam.

Setelah kelar semuanya, akhirnya saya dan rombongan berpacu dengan waktu. Walaupun sempat mendapat cobaan juga, karena 15 menit setelah berangkat ban kami bocor, hadehhh!

Menuju Bromo dengan Jeep

Hampir 2 jam juga waktu yang ditempuh melewati jalanan aspal nan gelap yang dari kedua sisi hanya terlihat pepohonan, kemudian memasuki daerah yang mulai menanjak dengan bonus pemandangan jurang disampingnya. Saya hanya dapat melihat bayangan-bayangan pohon dari jurang yang terjal. Sungguh gelap!

Saya kira dapat terlelap di mobil untuk mengurangi rasa kantuk saya, namun ternyata saya salah, sepanjang perjalanan walaupun mata sudah mau redup, saya berusaha mencoba tahankan melek untuk membantu teman saya melihat jalan, yahhh yahhh jujur deh, sebenarnya nggak bisa merem karena tidur nggak tenang, sebentar-sebentar saya terbangun karena dihantui oleh jurang-jurang yang mencekam.

Tiba juga di “rest area”, bagi yang daritadi –saya salah satunya– menahan ngompol karena merinding dengan perjalanannya sudah boleh bernapas lega dan manfaatin momen ini. Disini juga kami berpindah dari mobil pribadi menuju mobil jeep 4WD yang memang sudah merupakan peraturan dari pemerintah setempat,

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pengunjung tidak diizinkan naik dengan kendaraan pribadi, anda diwajibkan untuk menyewa jeep yang telah tersedia disana, 1 jeep biasanya maksimal 6 penumpang dengan driver handal yang tentunya sudah hafal betul area jalan menuju Penanjakan. Yah betul, ternyata tanjakan yang kami lewati sebelumnya belum seberapa dibanding yang ini.

Sunrise View Point.

Penanjakan Satu Bromo

Terlihat Penanjakan Satu diseberang kami, dinamai demikian mungkin karena merupakan puncak tertinggi untuk melihat sunrise. Karena kita agak telat, jadi nggak memungkinkan ke Penanjakan Satu, kata driver-nya sih sudah bakal ramai disana.

Kami dialihkan untuk menunggu sunrise di bukit yang bernama Bukit Cinta, nggak tau juga darimana asal muasal nama ini, haha saya pernah baca sih ada Bukit Kingkong juga, katanya sih karena bentuknya terlihat seperti kingkong lagi tidur.

Sunrise Matahari Terbit dari Bukit Cinta Bromo

Waktu menunjukkan sekitar pukul 05.30 WIB, akhirnya matahari malu-malu kucing menampakkan wujudnya, Good Morning!!

DSC_0032

Saya pernah merencanakan untuk ke Bromo pada tahun 2009 saat saya mampir di Yogyakarta, namun nggak kesampaian karena keterbatasan waktu. Dan kali ini saya berdiri menikmati pemandangan yang biasanya hanya bisa saya lihat melalui jepretan teman maupun Pak Google.

Percayalah, pemandangannya sangat indah dan mempesona. Jika bukan karena perjalanan yang lumayan menyeramkan, saya ingin kembali lagi menikmati suasana pagi disini. Cuaca dingin ditambah terpaan angin terasa hangat atas kehadiran perlahan Sang Surya.

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 2

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 6

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 5

Beberapa hasil jepretan dari Penanjakan Bukit Cinta.

Sebuah Mahakarya Tuhan yang menakjubkan ini, saya rasa cukup disayangkan untuk anda lewati.

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 3

Hati-hati saat turun, jalanannya cukup tajam.

Setelah puas menikmati pemandangan dari atas, turun kebawah untuk menghangatkan diri dengan segelas teh manis atau kopi susu dan juga tersedia beberapa makanan pengisi perut.

Pasir Berbisik.

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 7

Pemandangan dari Bukit Cinta Gunung Bromo 8

Foto diatas saya ambil ketika berhenti ditengah perjalanan menuju Kawah Bromo untuk setor panggilan alam.

Naik Jeep membelah lautan pasir di Bromo

Rally Dakar di Lautan Pasir Bromo 2

Naik Jeep membelah lautan pasir di Bromo 3

Naik Jeep membelah lautan pasir di Bromo 2

Jika anda pernah mendengar Rally Dakar, maka perjalanan melewati lautan pasir  yang luas ini mungkin sudah mewakili sebagian kecil pengalaman rally dakar anda. Anda dibawa membelah lautan pasir dengan kecepatan sangat tinggi, jeep yang beriringan seperti sedang kejar-kejaran.

Lautan pasir ini biasanya juga diberi nama Pasir Berbisik, tempat ini merupakan lokasi syuting film “Pasir Berbisik” yang dibintangi oleh Christine Hakim. Dinamakan demikian mungkin karena pasir-pasir yang terhembus angin saling bergesekan sehingga menciptakan suara yang seakan-akan pasir-pasir disana sedang berbisik satu sama lain.

Menurut cerita driver kami, dibawah lautan pasir ini merupakan kawah-kawah dari gunung berapi disana, tekstur tanahnya tidak memungkinkan untuk ditumbuhi oleh tanaman, sehingga terlihat sangat gersang, yang mungkin suatu waktu dapat amblas juga disaat gunung ‘mengamuk’. Semoga saja tidak terjadi.

Saya nggak berani membayangkan jika harus menempuh tempat ini dengan berjalan kaki.

Savanah & Bukit Teletubbies.

Bukit Teletubbies Savanah Bromo 5

Bukit Teletubbies Savanah Bromo 2

Bukit Teletubbies Savanah Bromo 7

Bukit Teletubbies Savanah Bromo 6

Bukit Teletubbies Savanah Bromo 4

Berbeda dengan pemandangan yang terlihat sebelumnya, tempat yang bernama Padang Savanah ini terlihat sangat sejuk karena dikelilingi oleh perbukitan dan padang rumput. Disini, anda bagai berdiri dikelilingi oleh lukisan.

Tempat ini juga populer dengan nama panggilan Bukit Teletubbies, karena pemandangannya terlihat seperti pada saat para Teletubbies muncul menyapa anak-anak.

Kawah Gunung Bromo.

Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo

Tiba di parkiran terlihat banyak jeep sudah berjejer dan juga banyak kantin-kantin untuk melepas lelah bagi yang tidak berniat melanjutkan perjalanan ke kawah Bromo.

Naik Kuda menuju Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo

Kabarnya jarak dari parkiran ke kaki Bromo sekitar 2 km, saya tidak mau mengambil resiko untuk berjalan sejauh itu, jadi saya memilih untuk naik kuda saja.

Tujuan yang lumayan jauh, debu pasir yang berterbangan, ditambah terik matahari yang sangat menyengat, saya rasa pilihan saya sudah tepat.

Parkiran Kuda di Kawang Gunung Bromo

Parkiran kuda di kaki Gunung Bromo

Ranjau Darat di Kawah Gunung Bromo

Jika anda memilih untuk berjalan kaki, selain menghadapi rintangan yang saya sebutkan sebelumnya, anda juga harus berhadapan dengan ranjau-ranjau yang berserakan dimana-mana yang bisa saja terinjak oleh anda. 😀

250 Anak Tangga Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo

Anak Tangga Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo

Setelah melewati rintangan-rintangan tersebut, perjuangan anda belum berakhir loh, anda masih harus menaiki anak tangga yang kalau saya hitung mencapai 250 buah anak tangga. Sungguh melelahkan!!!

Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo 2

DSC_0115

Inilah pemandangan hasil perjuangan yang menguras tenaga tersebut.

DSC_0126

Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo 2

Inilah kawah Bromo yang menjadi incaran para pengunjung. Saat saya tiba, asap belerang mengepul lumayan tinggi dan baunya cukup menyengat, jadi nggak bisa berlama-lama disana, asapnya buat susah nafas dan mata pedih.

Lautan Pasir Kawah Gunung Bromo 3

Perjalanan kembali menuju parkiran mobil tanpa mampir ke pura lagi, terlanjur capek banget.

Setibanya kembali di markas kami di Malang, sekitar pukul 4-an sore, saya langsung tepar sampai pukul 8 malam. Beginilah pengalaman perjalanan kali ini. Mungkin suatu hari, saya ingin menjelajah dan mencapai Puncak Mahameru 😀

Share your thought: