Bicara kuliner bakso, di Kota Medan ini sepertinya udah berceceran dimana-mana, dari yang berjualan dengan gerobak, di warung, di ruko bahkan di mall. Tapi begitulah bakso, walaupun banyak angin tak sedap yang berhembus mengenai bakso –baksonya ada pengawet ini lah itu lah, kuahnya banyak penyedap lah, bla bla bla—, namun citarasa-nya yang mudah diterima oleh masyarakat, jadi apapun ceritanya, sikat dulu!

Apalagi kalau pas suasana hujan-hujan gitu makan bakso, wuihhh mau maknyus, mau top markotop, semua deh.

bakso ayam cianjur

Singkat cerita, saya pun mampir ke Bakso Ayam Cianjur yang berada di persimpangan Jl. Madong Lubis dengan Jl. Sumatera. Tulisan ‘granat’-nya lah yang membuat saya penasaran untuk mampir. Okay, I will eat that grenade for ya!

bakso komplit granat

Bakso Komplit dengan Granat (Rp 17.000). Di belahan bumi lain, granat adalah barang yang sangat sensitif dan menakutkan, tapi ini medan bung, jangan macam-macam, granat pun kita makan loh!

bakso komplit granat2

Dengan isinya yang mau tumpah, terdiri dari sekitar 4-5 biji bakso ayam kecil, potongan tahu dan irisan daging ayam yang banyak, ya banyak banget, kemudian silakan memilih sesuai selera masing-masing mau pake mie, bihun ataupun kwetiau, boleh juga kosong doank, atau ada yang mau coba pake nasi putih juga boleh 😀

bakso komplit granat3

Sebiji bakso granat yang cukup gede dan mengganggu proses makan saya, sampe-sampe saya terpaksa memindahkan granat itu ke piring lain.

isi bakso granat

Neh bagi yang penasaran sama isi granat. Didalamnya terdapat sebiji telur ayam. Namun saya sih merasa biasa aja yah sama bakso granat kek gini, gambaran awal saya mengenai bakso granat sih isinya itu bisa ‘meledak’ didalam mulut, bukan telur doank begini. Jadi saya merasa yah nothing special.

Kalau mau yang spesial sih Bakso Petir yang ada di Warung Bingo, sayangnya tempat makan tersebut sudah berhenti ber-operasi.

cemilan bakso ayam cianjur tahu balek bakso ayam cianjur

tahu balek

Tahu Balek disini juga boleh dicoba, cukup renyah dan tidak berminyak, dalamnya diisi dengan gilingan daging ayam.

Berbicara tahu balek, pertama kali saya kenal beginian di Pondok Surya Binjai, selebih kurang sama kek gini, namun isi dagingnya tidak digiling sampai sehalus ini, masih terasa tekstur dagingnya ketika masuk ke mulut.

Lebih suka yang mana? Masing-masing memiliki kenikmatan tersendiri. Tapi saya lebih suka cabe kecap yang ada di Bakso Ayam Cianjur.

panorama suasana

Mampir sekitar jam 5-an, jam pulang kantor, selalu full tank!

Share your thought: