Pada hari kedua ini kami akan mengunjungi Shanghai Film Park, lokasi syuting film, kabarnya Kungfu Hustle dan Kabut Cinta juga ambil settingan disini. Tempat ini sangat bagus dengan konsep kota tua Shanghai. Jadi jika anda menonton film Chinese dengan konsep jadul, mungkin saja settingan diambil disini. Harga tiket masuk RMB 50/orang.

Disini juga terdapat banyak stok mobil-mobil tua. Lokasinya amat luas, dengan banyak lokasi yang berbeda-beda.

Baca dahulu : (Day 1)

Day 2 : Shanghai Film Park & Jia Jia Xiao Long Bao.

Shanghai Sunrise from Salvo Hotel

Setelah diguyur gerimis seharian pada hari sebelumnya, beruntung cuaca hari ini sudah bersahabat, matahari nggak malu-malu menampakkan wujudnya. Paling kesal kalau jalan-jalan itu hujan, mau kemana-mana juga susah.

Shanghai Morning view

Walau terik matahari lumayan menyengat, namun cuaca masih terasa sejuk dengan angin sepoi-sepoi. Jaket hangat tetap dibutuhkan.

Jajanan Jalanan Shanghai

“Datang dari mana?” begitu pertanyaan singkat dari beliau, mungkin terlihat banget gaya turis saya. Haha

“Dari Indonesia bro”, setelah berpikir sejenak, beliau menggangguk-ngangguk dengan gaya sok tau “Ohhhhh Indonesia, ya ya ya, wah jauh juga kesini”. Ntah memang beneran tau atau cuman basa-basi tau saja. Hahaha…

Kemudian saya order martabak telur sama martabak sayur, yang sayur agak aneh rasanya, nggak biasa memakannya. Kalau yang telur sedap gilak. Sebenarnya saya sudah sarapan “popmie” yang saya beli di “Indomaret”, namun terlihat disebelah “Indomaret” ada jualan ini ramai banget pengunjung, jadi coba-coba deh.

Shanghai Film Park.

Shanghai Film Park

Dengan suasana kota tua yang eksotis, memang kami seperti dibawa kembali ke masa lalu Shanghai, mungkin China.

Jembatan Kabut Cinta Shanghai Film Park

Jembatan “Kabut Cinta” yang populer itu.

Hao xiang hao xiang he ni zai yi qi, he ni yi qi shu tian shang de xing xing. 

Jia Jia Tang Bao at Huang He Road.

Jia Jia Tang Bao Huanghe Road Shanghai

Ini tempat yang diplot memiliki Xiao Long Bao (XLB) terbaik di Shanghai, bahkan di dunia. WOW. Tapi yah sapa bisa menilai? Definisi kata terbaik itu agak susah diartikan dalam hal makanan, karena relatif dan berbeda selera masing-masing.

Namun kalau anda melihat dari segi keramaiannya, mungkin saja mereka benar, saya harus antri sekitar 30 menit, kemudian setelah dapat tempat duduk baru makanan dihidangkan yah lumayan lama juga. Tempat duduk pas-pasan banget, dan yang membuat hilang mood adalah kasirnya yang judes banget (sebagian besar saya lihat resto China agak judes, haha).

Mau order antri dulu di kasir, setelah order antri dapat tempat duduk, setelah dapat tempat duduk antri makanan dihidangkan, setelah makan jangan harap duduk lama karena puluhan pasang mata sedang melototin anda.

Xiao Long Bao HuangHe Road Shanghai Jia Jia Tang Bao

Disini tersedia banyak jenis XLB, namun pada saat itu banyakan sudah terjual atau mungkin kebetulan pas lagi nggak ada stok. Jadi saya hanya memesan yang pork, rasanya memang enak dengan daging lembut dan terasa. Kuah yang didalam juga cukup terasa. Worth it setelah menunggu lama…

Dari sekian banyak XLB yang saya coba di Shanghai, yang paling berkesan memang disini dan di Nan Xiang XLB.

Jia Jia Tang Bao (click on link for Google map)
90 Huanghe Road
Huangpu, Shanghai, China ‎
Phone: +86 21 6327 6878 ‎

Pudong Skyline & The Bund (Night)

Night view Pudong Skyline Shanghai Night View The Bund Shanghai

Malamnya kami kembali lagi kesini, kemarin datang pas pagi-pagi dan lagi gerimis. Ini mencoba menikmati suasana malam.

Sungguh cakeppp pemandangan dan suasana disini, jalanan juga ramai banget, tapi nggak bisa lama-lama juga disini, angin yang berhembus dari Sungai Huangpu lumayan menusuk daging.

Hai Zhe Fan Dian Nanjing Shanghai

Jalan ke Nanjing Road cari makan malam, pilihan jatuh ke Hai Zhe Fan Dian, resto makan yang menyediakan makanan Shanghai, Shechuan dan Northern China Food. Memilih tempat ini karena lebih ramah dan ada gambar makanan di dalam menu.

Sebelum kesini, saya ke sebelahnya dulu, lupa nama restonya, pemiliknya SUPER GALAK. Gila! Gak percaya saya, saya masuk ke dalam, pesan di kasir, lihat buku menu nggak ada gambar, maklum mandarin pas-pasan, jadi tanya ada makanan apa disana, “itu semua kan ada di menu”, saya nggak pandai baca mandarin saya jawab, dijawab lagi “Ini mandarin, itu mandarin, kalau nggak bisa ya mau gimana”.

Welehhh, tanpa ba bi bu, cabut saya.

Shanghai Jajanan Malam Stinky Tofu Chou Dou Fu Shanghai Stinki Tofu Chou Dou Fu in Shanghai

Pulangnya terlihat banyak jajanan malam, mampir untuk beli Stinky Tofu aka Chou Dou Fu aka Tahu Bauk, rasa tofu disini yang terbaik dibanding yang saya coba selama di Shanghai dan Hangzhou. Yang sebelah kiri hitam-hitam ntah apa itu.

Lanjutan : Day 3

Share your thought: