Setelah seharian di Airport Kuala Lumpur, dan hampir ketinggalan pesawat karena kepo mampir ke KLIA untuk ngafe di Cafe Barbera. Akhirnya tiba juga di Shanghai pada pukul 01.30 dini hari. Rencana ingin naik Maglev Train jadi sirna, karena hanya beroperasi sampai pukul 9-an malam.

Alhasil kami ber-lima memutuskan untuk naik minivan seharga RMB 600 (hampir Rp 1.2jt), mahal banget. Tapi apa boleh buat, kalau malam-malam nggak ada opsi lain lagi sih, kecuali mau bermalam di Airport sampai matahari terbit, kalau anda bersedia bermalam disana lumayan tuh hemat minivan dan hotel, karena hotel kami kena charge 1 malam juga.

Begitulah nasib kalau pakai tiket promo, selalu tiba pada saat yang nggak tepat. Sekedar informasi, kami mendapat tiket promo AirAsia Medan ke Kuala Lumpur sekitar Rp 250rb PP dan Kuala Lumpur ke Shanghai sekitar Rp 2.1jt PP, pastinya belum termasuk bagasi dan makanan.

suhu udara dingin shanghai

Disambut suhu dingin di Shanghai.

Sepanjang perjalanan menuju hotel, saya perhatikan suasana kota Shanghai, bangunannya kok pada gelap-gelap ya macam Gotham City. Mungkin memang peraturan disana ya untuk menghemat listrik?

Day 1 : Nanjing Road, The Bund & Oriental Pearl Tower

Salvo Hotel view ShanghaiShanghai view from Salvo Hotel

Suasana pagi Kota Shanghai dari kamar Salvo Hotel Shanghai. Kesan kotanya agak tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan, mungkin kebetulan sabtu pagi ya? Dan pagi pertama kami di Shanghai disambut hujan gerimis seharian.

Sedikit review tentang Salvo Hotel, -sebelum tiba di Shanghai ada baiknya di simpan dulu huruf mandarin dari nama hotel di China, soalnya kalau pakai nama barat, mereka kebanyakan nggak tau- kami memilih room Superior Queen dengan harga Rp 1jt/malam. Ruang tamu ada sofa dan meja kerja terpisah dengan ruang tidur. Kamar mandi lumayan besar ada bathub-nya lagi. Overall 3 malamnya terasa nyaman. Oh ya, Wifi hanya dapat diakses pada lobby hotel.

Lagi buat lamien ShanghaiLamien Sarapan Pagi Shanghai

Keluar dari hotel merasakan pagi gerimis di Shanghai, terkadang badan gemetar diterpa angin, jadi nggak sanggup banyak memilih lagi, makan pagi langsung dekat-dekat hotel saja.

Terlihat 1 tempat makan, kios kecil doank, tempat makannya menu daging sapi semua, karena alergi daging sapi, jadi pagi itu saya cuman makan lamien dengan telur dadar, telur dadarnya setengah matang gitu. Walau sederhana rasanya jadi nikmat mungkin juga karena pengaruh suasana yang lagi dingin-dingin. Haha…

Babi Mantou Shanghai jajanan jalananMantou Daging ShanghaiBabi Mantou Jajanan Jalanan Shanghai

Setelah siap sarapan, jalan menuju Nanjing Road yang mahsyur dan kabarnya jalan tersibuk di Shanghai. Dipertengahan jalan terlihat ada jajanan namanya Babi Mantou. Jualan bakpao, mantou, siomai, panas-panas gitu, lumayan menggoda, jadi saya coba mantou-nya. Isinya pork, panas-panas empuk…

East Nanjing Road.

Apple Store East Nanjing Road Shanghai

Tiba di Nanjing Road, yang terbagi bagian barat dan timur, merupakan distrik shopping terpanjang di dunia, sekitar 5.5km dan diperkirakan dikunjungi oleh 1 juta orang setiap harinya. Begitu tiba langsung terlihat Apple Store di East Nanjing Road, ini Apple Store atau pajak pagi? Rame banget.

Getting Here : Kalau menggunakan Shanghai Metro, gunakan Line 2 (hijau) atau Line 10 (ungu).

Nanjing Road Panorama View

Panorama view dari salah satu sudut di East Nanjing Road.

Kemudian naik City Tour Bus, kalau nggak salah ingat 1 orang RMB 40, dibawa berkeliling kota Shanghai, boleh juga turun dimana saja sesuka anda.

The Bund.

Pudong Skyline

Maka kami pun turun di The Bund

Saya sangat takjub dengan pemandangan disini, deretan bangunan klasik yang sangat mempesona, serta pemandangan ke seberang Sungai Huangpu yang terlihat Pudong Skyline yang berdiri mempesona, dalam satu foto tersebut terdapat 4 bangunan tertinggi di Shanghai, berurutan dari urutan ke 4, JinMao Tower, Oriental Pearl Tower, Shanghai World Financial Tower dan Shanghai Tower (sedang dibangun dan akan menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa).

Salah satu sudut jalan Beijing Road

Salah satu sudut jalan Beijing Road menghadap Oriental Pearl Tower, didepan Peninsula Hotel.

The Bund Shanghai BuildingThe Peace Hotel & Old Bank of China Shanghai

Swatch Art Peace Hotel, The Peace Hotel & Bank of China Building.

The Bund View Shanghai  The Bund View Shanghai 2

View dari The Bund.

Bund Sightseeing Tunnel.

Sightseeing Tunnel menuju Pudong Shanghai Sightseeing Tunnel ke Pudong Shanghai

Menuju Pudong dari Puxi dengan Bund Sightseeing Tunnel Underground yang menghubungkan 2 area tersebut melalui kolong Sungai Huangpu. Harganya RMB 50 one way, termasuk mahal untuk jalur penyeberangan singkat doank (menyamai harga Maglev Train RMB 50 juga). Namun untuk membuang rasa penasaran, boleh lah dicoba sekali, sekedar hiburan.

Dimanjakan dengan efek audio-visual, berbagai macam efek warna lampu, magma, neraka, kesan berada di bawah laut dengan ikan-ikan dan suara air, dan berbagai efek lainnya.

Super Brand Mall Shanghai

Super Brand Mall (ZhengDa GuangChang).

Terletak di Lujiazui di Pudong, Super Brand Mall merupakan salah satu mall terbesar di Shanghai, bahkan di Asia. Terdapat banyak local dan international brand shopping store, restoran, dan bioskop.

Oriental Pearl Tower Shanghai

Oriental Pearl Radio & TV Tower.

Berdiri kokoh setinggi 468 meter sejak tahun 1994, dan menjadi bangunan tertinggi di China selama periode 1994-2007, sebelum dilangkahi Shanghai World Financial Tower. Pada malam hari, bangunan ini akan memancarkan cahaya yang berbeda-beda.

Buka jam 8 pagi sampai jam 9.30 malam, didalamnya terdapat Transparant Observatory (259 m), Revolving Restaurant (267 m), Sightseeing Galleria Floor (263 m), Game City (98 m), Space City (90 m), Exhibition Facilities, Shopping Mall, dan Shanghai History Museum.

Kami membeli tiket full package sampai dinner area seharga RMB 300-an per orang.

Oriental Pearl Tower Sightseeing Floor.

View dari Sightseeing Oriental Pearl Tower Shanghai.JPG

The Bund dari Oriental Pearl Tower.

The Bund dari Sightseeing Oriental Pearl Tower Shanghai

Sungai Huangpu dan kota Shanghai dari Oriental Pearl Tower.

Shanghai Landmark dari Oriental Pearl Tower Shanghai

Shanghai World Financial Tower, JinMao Tower dan Shanghai Tower yang sedang dibangun.

Revolving Buffet Dinner Restaurant.

Oriental Pearl Tower Revolving Restaurant

Saya sarankan anda mulai masuk ke Oriental Pearl Tower mulai pukul 3 sore gitu, kenapa? Jadi anda memiliki kesempatan untuk menikmati suasana siang hari dari Sightseeing Floor, kemudian jam 4 lewat anda sudah harus mulai antri menuju Revolving Buffet Dinner Restaurant karena antriannya bakal panjang banget.

Jika anda makan disini, hati-hati jangan salah duduk meja orang lain dan jangan pula kaget kalau anda kehilangan keluarga, istri atau pacar anda selagi mengambil makanan. Bagaimana tidak, restoran ini berputar secara perlahan dan membuat anda tidak sadar bahwa meja makan anda telah bergeser.

Ramainya Buffet Dinner Oriental Pearl Tower

Pilihan makanan disini sangat beragam, dan citarasa-nya masih bisa diterima lidah, yang nggak bisa diterima sih ramainya ngeri. Orang disana makannya nggak pakai toleransi lagi, makanan yang ada langsung diembat semua tanpa memikirkan orang dibelakangnya, terutama makanan yang sedap-sedap seperti udang, salmon, dsb.

Transparant Observatory Oriental.

Transparant Observatory Shanghai

Setelah anda selesai makan, anda bisa menikmati pemandangan malam Shanghai melalui Transparant Observatory Floor. Buat yang takut ketinggian nggak direkomendasi kesini. Hehe…

Shanghai History Museum.

Shanghai History Museum

Terakhir saya mampir di museum yang berada dibagian bawah Oriental Pearl Tower. Disini kami seperti dibawa kembali ke masa lalu, melihat bagaimana keseharian orang Shanghai, bangunan-bangunan zaman dahulu yang dibuat dengan sedemikian rupa, dsb.

Patung yang dibuat sangat nyata dengan suara-suara yang ada juga sangat alami, seperti kakek sedang mengetok besi, ibu sedang menjahit dan menenun kain, toke sedang berhitung sempoa, dsb. Dari segala kreatifitas dan seni yang mereka buat, saya malah merasa agak angkerrr, nggak bakal berani deh kalau suruh saya sendirian berada disana.

Setelah itu, kami pun mampir ke toko-toko yang berjualan souvenir juga ada cafe-cafe yang bernuansa oldies.

Lanjutan : (Day 2)

Share your thought: