SAWADEEKAP !

Pertama kali mendengar kata Bangkok yahh dulu waktu masih di bangku SD, belajar IPS zona waktu kita adalah GMT +7. Nah disanalah pertama kali saya dengar kata Bangkok. Kalau dulu sih nggak kepikiran untuk ke Bangkok yah, soalnya sering terdengar kabar-kabar yang berhembus kalau Bangkok itu ‘dangerous’ dan beberapa hal mistis juga pernah saya dengar dari kerabat, yang sepertinya nggak perlu saya ceritakan lagi. :D

Yah layaknya Kamboja, ternyata setelah mampir, segala gambaran-gambaran negatif tentang Bangkok di kepala langsung sirna, ternyata Bangkok sudah menjadi metropolitan yang lumayan berkembang, dari perkotaan yang padat, gedung-gedung menjulang tinggi, namun unsur budaya dan religius mereka nggak sirna.

Makanan yang beraneka ragam, dari yang wajar sampai yang menggelikan juga ada. Tempat pembelanjaan dari yang high class sampai yang menawarkan barang dengan harga murah namun kualitas nggak jelek-jelek amat juga ada.

Yang aneh dari Bangkok, kok disini banyak ditemui cowok bergaya feminim, bahkan ada yang lebih gemulai dari cewek tulen. Pernah saat pertama kali saya ke Bangkok pada Maret 2012, malam-malam keliling dekat hotel, terlihat ada sekumpulan cewek-cewek berbodi aduhai berdiri kongkow di depan satu resto, dalam hati wah lumayan nih cuci mata, tapi pas udah deket, berpapasan dengan mereka, HOOOOOOOOLY SHIT !!!! Suaranya macam suara Jason Statham.

Pernah juga saat makan nasi ayam yang lumayan populer, saya agak lupa lokasinya karena dibawa teman kesana, disana terdapat sekumpulan cewek-cewek seksi dan teman-teman cowoknya yang mulai bergaya feminim dengan make-up setebal 2cm, kira-kira ada belasan orang. Setelah diperhatikan secara seksama, rupanya yang saya sebut cewek-cewek seksi tadi juga bekas cowok. DOOH!

Kejadian unik lain kalau di Bangkok nonton di bioskop, sebelum mulai nonton, akan diputar sejarah singkat Raja mereka, dan para penonton diwajibkan berdiri untuk menunjukkan hormat.

Betewe, baru tau kalau Bangkok itu cuman nama pemberian, aslinya panjang banget, bahkan terdaftar di Guinness Book of Records sebagai nama tempat terpanjang di dunia. Nama lengkapnya adalah Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit. – wikipedia. Hebat kalau bisa hapal, HAHA

Day 1 : Dining in The Sky

Berhubung Bandara Internasional Polonia Medan (MES – sekarang menjadi Pangkalan Udara Soewondo) sudah dialihkan ke Bandara Internasional Kuala Namu (KNO), salah satu akses paling simple yah menggunakan kereta api, berbanggalah kota Medan karena ini merupakan kereta api bandara pertama di Indonesia. :D

Karena terlalu cepat tiba di stasiun, maka bersantai dulu di kios kecil Starbucks yang tersedia, dipojok lain terlihat ada Killiney juga. Bersantai dengan Caramel Macchiato saat itu merupakan pilihan buruk, karena jantung malah jadi berdebar sepanjang perjalanan di udara.

DMK TO MY HOTEL PRATUNAM

Tiba di Don Mueang Airport (DMK) sekitar pukul 4 sore, sekedar informasi sejak 1 Oktober 2012, pesawat AirAsia tujuan Bangkok pindah kesini, dikarenakan padatnya Bandara Internasional Suvarnabhumi (BKK) yang merupakan bandara paling sibuk keempat di Asia, setelah Tokyo, Beijing dan Hongkong. Kabarnya penerbangan akan dialihkan kembali ke BKK apabila terminal berikutnya sudah dibuka.

Untuk menuju My Hotel, berhubung kami 7 orang, jadi dipikir-pikir lebih baik langsung pesan van airport saja, namun nggak jadi karena ditawari 1.000 baht. Kami memilih untuk antri taxi didepan saja, lumayan rame dan panas sih, sekitar 15 menit gitu baru dapat giliran.

Pesan 2 taxi, taxi pertama kena 235 baht + 50 baht (supir) + 60 baht (biaya tol), taxi kedua kena 295 baht + 50 baht (supir) + 60 baht (biaya tol) + 45 baht (biaya tol). Heran juga kok taxi kedua argonya bisa lebih mahal, terus kok kena biaya tol 2x pulaa?? Walau kalau ditotal cuman 795 baht sih, lumayan hemat 200 baht juga.. :D

MY HOTEL PRATUNAM

Pemesanan melalui internet, dengan harga USD 42 per malam. Terdapat 7 lantai dengan sekitar 14 kamar per lantai, tapi parahnya cuman 1 lift doank dan nggak terlalu gede pula, kalau bawa koper mah 1 grup mau 2-3 trip.

Kamar yang saya tinggal sih lumayan nyaman, tapi nggak ada jendela dan kamar kecilnya pas-pasan banget. Kamar teman malah agak berbau pengap, padahal ada jendela. Kalau jalan kaki dari Platinum Mall lumayan buat kaki kebas, ke Baiyoke Sky jalan disebelah doank, namun untuk kemana-mana dari hotel boleh diantar gratis dengan tuk-tuk hotel, tapi yah dalam radius dekat-dekat aja.

Sekitaran hotel sih agak sepi, sebelah hotel ada gudang pengangkutan kargo gitu, mulai ada kehidupan kalau belok ke sebelah kiri menuju hotel Baiyoke Sky, disana ada pajak, jajanan, dsb. Sekali-kali boleh juga bangun tengah malam jam 3 untuk mampir di pajak yang ada di bawah Baiyoke Sky, sekitar jam 9 pagi gitu mereka sudah tutup.

Namun kalau untuk urusan budget hotel di Bangkok, saya pernah tinggal di Bangkok City Inn (seberang Central World), Metz Pratunam dan My Hotel. Untuk kenyamanan dan kebersihan, saya rekomendasikan Metz Pratunam.

ERAWAN SHRINE

DSC_0001

Erawan Shrine adalah kuil Hindu di Bangkok, terletak di Grand Hyatt Erawan Hotel. Sering dipadati oleh pengunjung baik warga setempat maupun turis. Berjarak sekitar 1.6km dari My Hotel, terletak di persimpangan Ratchaprasong dari Ratchadamri Road. Dekat dengan BTS Chitlom dan terletak diseberang kanan Central World Plaza.

BAIYOKE SKY BUFFET DINNER

Dining in the sky. Sensasi makan malam di gedung tertinggi di Bangkok (85 lantai – 304 meter). Baiyoke Sky Hotel merupakan hotel tertinggi di Asia Tenggara dan tertinggi ke-6 di dunia. Anda hanya diberi waktu 2 jam untuk menghabiskan semua makanan yang mereka sediakan, setelah 2 jam, sukses ataupun nggak, balik modal ataupun rugi, anda dipersilahkan pulang. :D

Jujur saja, 1 jam saja saya sudah menyerah, haha… Selesai makan, anda boleh naik ke lantai 84, revolving deck, untuk menikmati indahnya malam Kota Bangkok. Saya memesan langsung melalui websitenya, dengan harga 770 baht per orang, sekitar Rp 270.000 dengan kurs THB Rp 350.

DAY 2 : FULL DAY PATTAYA

BANGKOK – PATTAYA

wikipedia

Hari kedua kami menuju Pattaya pulang pergi dengan mobil van sewaan seharga 3.500 baht, selama 12 jam. Berangkat dari My Hotel pukul 8 pagi dan balik dari Pattaya sekitar jam 7, karena kena macet sampai di Bangkok jam 9-an, nggak kena charge juga. :D

Kalau menggunakan bus yang tersedia di beberapa terminal bisa agak murah, harga per orang sekitar 110an atau 130an baht one way. Cuman karena banyak tempat di Pattaya yang mau kita singgah, jadi mungkin solusi terbaik langsung menyewa mobil van saja.

Pattaya adalah kota pantai disebelah tenggara Bangkok, kalau mau main air boleh nyebrang naik ferry ke Coral Island. Dan jangan heran kalau banyak terlihat ‘jajanan’ berdiri dipinggir jalan.

BIG BEE FARM

DSC_0009

Sekitar 1 jam perjalanan saja, kami sudah tiba disini. Dibawa keliling (sekalian mempromosikan) peternakan lebahnya dan edukasi tentang berbagai jenis lebah yang ada. Melihat setumpuk lebah seperti itu buat badan terasa gatal.

SILVERLAKE GRAPE FARM

DSC_0047

Setelah ‘diserbu’ oleh padatnya kota Bangkok, saya sarankan anda sedikit menenangkan diri ditempat ini, walaupun cuaca saat itu lumayan menyengat, tapi pemandangannya benar-benar buat nyaman dan menyejukkan mata.

Hanya dengan 50 baht per orang, anda akan dibawa berkeliling melihat-lihat. Silverlake merupakan kebun anggur yang luas, pemiliknya bernama Mr. Surachai Tangjaitrong dan istrinya, Ms. Supansa Nuengpirom, yang merupakan aktris populer Thailand.

BUDDHA MOUNTAIN

DSC_0172

Tiba disini sekitar pukul 12 siang, ouch! Benar-benar menyengat… Lokasi Laser Buddha ini hanya disebelah Silverlake, disini yah nggak ada apa-apa, cuman ada gunung gede yang diukir keemasan menjadi seperti patung Buddha, but it’s so unique!

CENTRAL FESTIVAL MALL (HILTON HOTEL)

DSC_0204

Setelah berpanas-panasan, maka ini saatnya untuk bersantai, numpang ac bentar dan makan siang.

3D ART IN PARADISE

DSC_0218

Dengan tiket masuk seharga 400 baht beli melalui supir van kami (baca-baca info, kalau turis beli disana 500 baht dan orang Thai 150 baht), yah sudah nggak apa-apa lah, hemat 100 baht juga. Tempat ini juga unik, Didalam terdapat banyak gambar-gamar seni yang kreatif.

Oh ya, coba fokus ke gambar diatas selama 60 detik :D

MINI SIAM

DSC_0364

Menjadi raksasa untuk beberapa saat, dimana terdapat Mini Siam, ada juga Mini Europe dan ada juga yang dari Korea. Sayangnya kok nggak ada Great Wall China yah? Candi Borobudur lehh? Belum sanggup jalan-jalan ke eropa, yah mampir ke versi mini-nya dulu. Harga tiket masuknya 300 baht, beli melalui driver.

PATTAYA – BANGKOK

Jam 7 gitu balek dari Mini Siam menuju Bangkok, macetnya minta ampun, mungkin karena weekend, tiba di Bangkok sudah pukul 9an malam, makan malam di depan Central World Plaza yang rame-rame dan bersempitan itu.

Baca juga : 5D4N Bangkok – Pattaya Trip Itinerary (Day 3-4-5)

Share your thought: